Tiada waktu yang bertambah disaat umur yang semakin berkurang
Prinsipnya setiap yang bertambah pasti ada yang berkurang, dan Yang berkurang pasti karna berlebih, Yang hebat bukan karna berlebihnya, Tapi karna bertambahnya yang kita kira adalah perpanjangan, Tapi nyatanya adalah pengurangan, Tapi tahukan kamu, bahwa setiap kekurangan itu ada kelebihannya? Iya Nilai dari sesuatu apa yang berkurang adalah kelebihannya, Karna dengan waktu yang berkurang selama kita jalani, kita mendapatkan begitu banyak pelajaran, dan juga kekuatan yang semakin kuat.
Jadi bertambahnya umur kita apa sama dengan berkurangnya waktu kita dan sepadan dengan bertambahnya pelajaran dan kekuatan kita dalam umur kita ? Bisa Ya atau Tidak, Karna dibalik pengurangan tadi ada pertambahan yang dimana hanya kita yang bisa menakar seberapa besar dan banyak pertambahannya, kita yang mengatur berapa banyak besar pelajaran dan kekuatan yang kita dapatkan dari banyaknya pengurangan waktu kita.
Ibaratnya Jalan Raya Beton Yang dibangun, Semakin lama usianya maka semakin kokoh, Tapi semata-mata kekokohan itu ada bukan dari bahan baku yang murah dan lunak, Tapi justru dengan bahan baku yang mahal, modern dan juga kuat, Sama halnya dalam Hidup ini, kita dilahirkan semata-mata bukan dengan banyaknya pelajaran dan kekuatan yang kita miliki, Tapi dari persiapan orang tua kita, dan lingkuangan kita serta dorongan diri kita sendiri, Sehingga ketika kita dewasa dan sudah banyak bertambahnya umur dan semakin berkurangnya waktu, Maka itu lah yang akan semakin membentuk seberapa besar kelebihan yang kita dapatkan dari perjalanan waktu.
Wahai Penulis, Sekarang kamu sudah semakin berkurang waktu dan bertambah umur, dan berhasil jauh berjalan, serta mendapatkan begitu banyak pelajaran dan penguatan kekuatan, Percayalah setelah ini kamu akan menghadapi begitu lebih banyak ujian dan cobaan yang memakan waktu, Agar kamu mendapatkan lebih banyak pelajaran dan kekuatan untukmu diwaktu yang akan datang, Aku dari diri sisi penulis yang lainnya, Mengucapkan Selamat Ulang Tahun, atas Betambahnya Umur, dan Juga kamu harus lebih banyak lagi belajar dan lebih kuat lagi, Serta tidak berharap dan bergantung pada siapapun kecuali dirimu sendiri, Sekian, dan Sampai Jumpa Dilain Waktu.
Makna Reflektif
Waktu tidak pernah benar-benar memberi tambahan kepada manusia. Ia hanya menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain. Ketika umur bertambah, sebenarnya waktu hidup sedang berkurang. Namun anehnya, justru dari pengurangan itulah manusia perlahan terbentuk.
Kita sering mengira kekuatan lahir dari kemenangan, padahal sebagian besar kekuatan justru lahir dari luka yang ditinggalkan waktu. Dari kehilangan, penolakan, kegagalan, penantian panjang, dan kenyataan bahwa tidak semua hal dapat dipertahankan. Waktu mengikis banyak hal dalam diri manusia, tetapi pada saat yang sama ia juga mengukir kesadaran baru yang sebelumnya tidak dimiliki.
Setiap tahun yang berlalu bukan hanya tentang bertambahnya usia, melainkan tentang seberapa banyak diri kita telah dihancurkan, diperbaiki, lalu dibentuk ulang oleh kehidupan. Sebab kedewasaan bukan sekadar hasil dari lamanya hidup, tetapi hasil dari seberapa dalam seseorang memahami luka, kesunyian, dan makna dari perjalanan waktunya sendiri.
Manusia pada akhirnya bukan makhluk yang menjadi kuat karena tidak pernah retak, melainkan karena mampu tetap berjalan sambil membawa retakan itu di dalam dirinya. Dan mungkin, di situlah nilai terbesar dari waktu: bukan pada panjangnya usia, tetapi pada seberapa banyak makna yang berhasil dilahirkan dari sesuatu yang terus berkurang.
Karena hidup bukan tentang menunggu waktu bertambah, melainkan tentang memahami apa yang sedang hilang, dan apa yang sedang tumbuh diam-diam bersamanya.